Rabu, 09 November 2016
Dokumentasi Pembelajaran Luar Kelas XI di Museum Kota Cina
Lokasi Penemuan Beberapa Peninggalan Kota Cina
Pak Alam & Mahasiswa UNIMED dalam Pendampingan Pembelajaran Luar Kelas XI
Pak Alam & Pemandu dalam suasana diskusi ringan tentang Sejarah Kota Cina
Peserta Pembelajaran & Batu Penanda
Peserta Pembelajaran & Koleksi Batu Bata Purba
Peserta Pembelajaran & Koleksi Peninggalan Keramik-Keramik
Peserta Pembelajaran & Lokasi Penemuan beberapa Koleksi Sejarah Peninggalan Kota Cina
Peserta Pembelajaran dalam Perjalanan ke Museum Kota Cina
Peserta Pembelajaran dalam Presentasi Barang-Barang yang diperdagangkan di Kota Cina Dahulu
Peserta Pembelajaran di Gedung Peninggalan Gerabah
Peserta Pembelajaran di Gedung Peninggalan Patung
Peserta Pembelajaran di Gedung Peninggalan Reruntuhan Bangunan
Presentasi tentang Sejarah Kota Cina
Pak Alam & Mahasiswa UNIMED dalam Pendampingan Pembelajaran Luar Kelas XI
Pak Alam & Pemandu dalam suasana diskusi ringan tentang Sejarah Kota Cina
Peserta Pembelajaran & Batu Penanda
Peserta Pembelajaran & Koleksi Batu Bata Purba
Peserta Pembelajaran & Koleksi Peninggalan Keramik-Keramik
Peserta Pembelajaran & Lokasi Penemuan beberapa Koleksi Sejarah Peninggalan Kota Cina
Peserta Pembelajaran dalam Perjalanan ke Museum Kota Cina
Peserta Pembelajaran dalam Presentasi Barang-Barang yang diperdagangkan di Kota Cina Dahulu
Peserta Pembelajaran di Gedung Peninggalan Gerabah
Peserta Pembelajaran di Gedung Peninggalan Patung
Peserta Pembelajaran di Gedung Peninggalan Reruntuhan Bangunan
Presentasi tentang Sejarah Kota Cina
Pembelajaran Luar Kelas XI di Museum Situs Kota Cina
Hari/ Tanggal : Senin, 10 Oktober 2016
Tempat : Museum Situs Kota Cina
Lokasi : Jl. Titi Pahlawan, Kel.
Payah pasir, Medan Marelan
Museum Situs Kota Cina Medan
berada di Jalan Kota Cina No.65, Kelurahan Payah Pasir, Kecamatan Medan Marelan
Sumatera Utara. Museum ini terletak diantara deretan rumah-rumah warga.
Bangunannya juga tidak besar. Jalan yang dilalui juga tidak besar dan
berbelok-belok, maka tidak ada salahnya jika anda mau ke Museum Situs Kota Cina
bertanya pada warga sekitar mengenai keberadaannya.
Museum Situs Kota Cina mungkin belum
banyak dikenal oleh masyarakat Medan. Keberadaan museum ini tidak terlepas dari
peran serta para peneliti sejarah, arkeolog yang mulai merintis eksplorasi
situs Cina di kawasan Danau Siombak yang kini telah diteruskan sebagai pusat
penelitian sejarah dibawah naungan Universitas Negeri Medan (Unimed).
Aksesibilitas
menuju lokasi sudah cukup baik perjalanan yang harus ditempuh selama kurang
lebih 30 menit. Arsitektur bangunan dari Museum Situs Kota Cina dibentuk
menyerupai sebuah kapal. Meski belum rampung, gaya arsitektur yang ditampilkan
cukup menarik serta mengandung nilai tentang peradaban Cina. Bahkan berdasarkan
buku karya dari ekspansi dan penjelajahan kerajaan Cina melalui Dinasi Cheng
keseluruh dunia, lebih tua dari Marcopolo. Retribusi masuk pengunjung tergolong
murah, bagi anak-anak dikenai biaya Rp. 2.000, mahasiswa Rp: 5.000 dan dewasa
6.000.
Di
komplek museum terdapat 2 bangunan yakni inti dan satu lagi dijadikan sebagai
tempat loka-karya. Pada museum inti, dibagi ke dalam 4 ruangan terpisah.
Ruangan pertama menampilkan tentang kejayaan Sumatera Utara pada masa lampau
melalui hasil bumi yang banyak dicari oleh negara asing seperti kamfer (kapur
barus), kemenyan, belerang dan kulit manis. Selain itu terdapat juga penjelasan
mengenai darimana hasil bumi tersebut berasal. Di ruangan kedua terdapat batu
yang ditemukan di sekitar, diperkirakan usianya sudah ribuan tahun. Sedangkan
di ruangan ke 3 dan 4 terdapat benda-benda sebagai bukti peninggalan bersejarah
kerajaan Cina yang keseluruhannya ditemukan di sekitar kawasan Danau Siombak.
Beberapa benda yang menarik adalah manik-manik, emas, guci, piring, kalung,
catur India dan lainnya. Kebanyakan benda tersebut memang tidak utuh.
Menurut
penuturan Adam, mahasiswa jurusan Sejarah di Universitas Negeri Medan yang
memberikan materi kepada para pengunjung mengatakan bahwa selain melalui
kegiatan explorasi, benda-benda tersebut banyak diberikan oleh masyarakat
sekitar.
Langganan:
Postingan (Atom)